SRIKANDI PEMADAM KEBAKARAN

Fenomena gender menjadi sesuatu hal menarik apabila dilihat dari perkembangannya serta kemajuan kaum perempuan mulai dari peran dan status  seorang perempuan  dikehidupan masyarakat. Misalnya “ kodrat wanita “ adalah untuk mendidik anak,mengelola dan merawat kebersihan dan keindahan rumah tangga (domestik). budaya patriarki yang masih melekat dipemikiran masyarakat,membuat kaum perempuan tidak dapat berkembang terutama dalam sektor publik.istilah “patriarki untuk menggambarkan dominasi laki-laki dalam semua lingkup  kemasyarakatan lainnya.

Berangkat dari persoalan-persoalan ketidakadilan sosial yang menimpa  kaum perempuan. Hal ini disebabkan karena ada kaitan yang erat antara  perbedaan gender (gender differences) dan ketidakadilan gender (gender inequalities)dengan struktur ketidakadilan masyarakat secara  lebih luas. Dan sejak sepuluh tahun terkahir ini kata gender telah memasuki perbendaharaaan disetiap pembahasan, disisi lain dalam membahas gender terdapat  ketimpangan gender  antara laki-laki dan perempuan.Memaknai gender dapat dilihat melalui hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan dalam prosesnya untuk menjamin perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama  pada semua tahapan dari kebutuhan, peran serta, kesempatan,kesetaraan,tanggung jawab  dan tampa diskriminasi yang memungkinkan perempuan memiliki kesetraan dalam setiap kesempatan  sehingga perempuan memiliki rasa keadilan yang sama.

Merujuk pada  pekerjaan atau tugas yang disebut laki-laki pemadam kebakaran adalah salah satu dimana banyak perempuan ingin bisa melakukan apa yang dilakukan oleh kaum laki-laki, sehingga perempuan menginginkan peluang yang tampa batas untuk kaumnya. Seperti halnya pekerjaan untuk menjadi  pemadam  kebakaran mayoritas jika dilihat dari kekuatan fisik hanya bisa dikerjakan oleh kaum laki-laki.

PENULIS : (ADMIN WEBSITE) DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR